Partisi adalah berasal dari bahasa Inggris 'partition', yang berarti
bagian. Jadi pengertian partisi hardisk adalah bagian-bagian media penyimpanan dalam sebuah
hardisk. Tujuan
partisi hardisk untuk
memisahkan antara sistem operasi pada komputer dengan media penyimpanan
data. Jadi jika suatu saat Windows/Linux mengalami kerusakan, data-data
penting masih bisa diselamatkan karena berada pada partisi yang
berbeda. Dalam keadaan tertentu partisi hardisk juga sangat diperlukan
apabila hardisk itu mengalami bad sektor. Hardisk dipartisi menjadi dua,
dengan harapan bad sektor yang ada akan terpisah pada satu partisi yang
tidak terpakai. Setiap partisi dapat dinyatakan oleh sebuah huruf dan
akan menjadi drive yang bisa diakses oleh DOS.
Sebelum
dilakukan perintah format untuk harddisk, terlebih dahulu dipartisi
agar dapat mengatur besarnya kapasitas yang digunakan. Setiap partisi
ini mempunyai fungsi. Beberapa jenis partisi yang di kenal adalah
sebagai berikut:
1. Partisi
Primary – digunakan sebagai Bootable yang pertama (drive C) yang
berfungsi sebagai Master. Di partisi ( C ) ini dipasang sebuah sistem
operasi (OS) agar dapat di-boot pada awal booting.
2. Partisi
Extended – adalah partisi pembatas antara partisi Primary dan partisi
Logical. Partisi Extended ini bukan merupakan sebuah drive, karena hanya
berupa pembatas yang berfungsi memisalkan antara partisi Primary dan
partisi Logical agar sistem operasi dapat membedakan antara drive C dan
drive berikutnya, dan biasanya partisi Extended ini terdiri atas
beberapa partisi Logical.
3. Partisi
Logical – adalah bagian dari partisi Extended. Di partisi ini tidak
terdapat sistem operasi seperti partisi Primary, karena sistem operasi
tidak mengenal partisi Logical sebagai Bootable, walaupun nantinya kita
dapat memberikannya sistem ketika proses pemformatan. Partisi ini
biasanya dikenal sebagai drive berikutnya.
cara mempartisi hardisk yang baik dan tepat
apakah anda kebingungan membagi bagi partisi hardisk ? memang untuk pemula seperti saya di bidang komputer
cara mempartisi hardisk yang baik dan tepat itu
kadang – kadang terlihat sulit dan hanya bisa di lakukan oleh orang –
orang yang ahli di bidang komputer, eh jangan salah orang yang bukan
anak it aja banyak loh yang bisa, langsung saja ke langkah nya.
mempartisi hardisk pada saat intstall ulang windows 7
nah cara mempartisi pada saat install ulang ini adalah sebelum penempatan installer
windows nya, yaitu pada bagian pembagian partisi saya
akan
terangkan fungsi dari delete partisi tambah partisi dan format partisi
dengan tips pembagianya, sebelum langkah – langkah nya pastikan dahulu
anda sudah sampai ke tahap ini, lihat gambar

nah
jika sudah muncul tampilan seperti itu anda bisa memulai proses
pengaturan partisi hardisk, gambar di pinggir menyatakan ana belum
membuat partisi apapun, keadaan ini sangat jarang karna biasanya di
komputer baru atau hdd yang baru di delete partisinya baru muncul tampilan seperti itu

nah
pada disk 0 anda klik dan klik show options yang di bawah di sana anda
bisa menambah partisi baru dengan mengklik menu add dan masukan angka
kapasitas partisi baru untuk drive C, contoh 50000 MB (50 giga) untuk
drive C karna menurut saya segitu aja udah cukup, kecuali komputer anda
adalah
komputer
yang di pake untuk gaming, sebaiknya anda menambah lebih karna hasil
installer game pc itu gede – gede ukuranya :D, jika ingin menambah kan
lagi anda tinggal klik lagi yang unalocated space dan lakukan lagi
langkah di atas sesuai dengan sisa hardisk yang sudah di pake dan jika
anda cuman mau membuat partis C dan D saja yang unalocated langsung di
isi full saja alias diamkan saja biar semua sisa kapasitas terpake buat
partisi D atau data.
apa bila partisi
hardisk
sudah ada dan anda ingin menghapus nya, anda tinggal klik saja pada
partisi yang mau di hapus dan klik show options dan delete, hati – hati
jangan salah pilih
mempartisi hardisk pada saat sudah terinstall windows 7 atau 8
nah
pada os windows 7 dan 8 partisi ada sebuah kelebihan untuk pengaturan
partisi yang sangat penting menurut saya untuk pengaturan data anda,
biasanya saya gunakan untuk menghapus dan menambah kan partisi baru,
soalnya saya suka membagi data penting dan data biasa aja di partisi
berbeda,
contoh saya mempunyai
hardisk
320 giga yang hanya memiliki 2 partisi, C sebagai tempat installer
windows dan software, ingat anak IT gak boleh nyimpen data penting di
partisi C karna ketika virus menyerang, partisi tempat installer windows
yang akan di serang :D, lanjut partisi D sebagai penyimpanan data utama
dari installer software, musik, video dan data kerjaan.
nah dari 2 partisi tersebut saya ingin memisahkan antara data
software,
musik dan video menjadi partisi yang berbeda dengan data kerjaan,
kenapa ? karna tidak ingin data kerjaan saya terancam gara – gara
biasanya virus menyerang partisi yang anda file installer software nya.
jadi ini struktrur kapasitas hardisk saya
- partisi C = 50 giga
- Partisi D = 270 giga dan sisa 50 giga an lebih
- Partisi E = partisi baru yang memanfaatkan sisa dari partisi D yang 50 giga
sekarang mulai proses pengaturan partisi nya
- langkah pertama anda klik kanan my computer atau computer di menu start atau explorer lalu klik manage
- setelah muncul windows computer management anda klik storage > disk management (local)
- klik kanan pada partisi D lalu klik shrink.

- nah
di bagian ente the amount… disana adalah sisa kapasitas kosong yang
tersedia di partisi D, anda tinggal masukan angka yang anda mau kurang
dari yang telah tertera.
- jika sudah klik shrink dan setelah bere lalu format partisi barunya untuk bisa di gunakan

- selesai anda sudah mempunyai partisi baru
- jika
anda ingin membuat partisi atau menghapus partisi anda bisa mengatur
nya di menu ini dengan cara klik kanan pada partisi yang mau anda buat
atau anda hapus
- selesai
