Sistem Kode Warna 4 Pita
Sistem ini merupakan kode warna paling sering digunakan yang terdiri
dari 4 pita warna yang mengelilingin badan resistor. Dua pita yang
terdapat pada bagian depan merupakan informasi dua digit harga
resistansi, sedangkan pita ketiga merupakan faktor pengali (jumlah nol
yang ditambahkan setelah dua digit resistansi) dan pita keempat
merupakan toleransi harga resistansi. Kadang di dalam resistor terdapat
pita kelima yang berfungsi untuk menunjukan koefisien suhu, tetapi ini
juga tergantung dari sistem lima warna sejati yang menggunakan tiga
digit resistansi.
Contoh :
Pita ke-1 = Hijau, Pita ke-2 = Biru, Pita ke-3 = Perak, Pita ke-4 = Emas.
Nilainya adalah 0,56 Ω, dengan Toleransi 5%.
Sistem Kode Warna 5 Pita
Sistem kode warna ini banyak digunakan pada resistor presisi. Tiga
pita pertama menunjukan harga resistansi, sedangkan pita keempat adalah
pengali dan pita kelima adalah toleransi. Pada resistor yang memiliki 5
kode warna dengan pita keempat yang berwarna emas atau perak kadang di
abaikan, karena hanya digunakan pada resistor lawas atau penggunaan
khusus. Pita keempat adalah toleransi dan yang kelima adalah koefisien.
Contoh :
Pita ke-1 = Hijau, Pita ke-2 = Hitam, Pita ke-3 = Hitam, Pita ke-4 = Perak. Pita ke-5 = Coklat.
Nilainya adalah 5 Ω, dengan Toleransi 1%.
Sistem Kode Warna 6 Pita
Sistem kode warna satu ini terdapat 6 pita, dimana 3 pita pertama
menunjukan nilai tahanan, pita keempat menunjukan perkalian desimal,
pita kelima menunjukan nilai toleransi dan pita keenam menunjukan
koefisien suhu.
Contoh :
Pita ke-1 = Hijau, Pita ke-2 = Biru, Pita ke-3 = Hijau, Pita ke-4 = Emas. Pita ke-5 = Coklat.
Pita ke-6 = Coklat.
Nilainya adalah 56,6 Ω, Toleransi 1%, Koefisien suhu 100 ppm / º
Senin, 22 Agustus 2016
kode warna pada resistor dan nilainya
20.40
No comments
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar